Posted on

Hai. Sebelum kalian baca ini sebaiknya kalian bersiap siap dulu deh. Kalau gak percaya, ya sudah.

Inggris Pada Tahun 1347 Adalah Surga Bagi Kuman!

Dari bakteri, sampai parasit menjijikkan, ada disana. Kota-kota Inggris pada zaman itu, yang dipenuhi tikus, padat, dan kotor adalah tempat yang bisa dijadikan tempat bermain bagi bakteri yang menular berbentuk silinder itu. Nama yang diberikan oleh ilmuan sekarang adalah Yersinia pestis, tapi kita biasa menyebutnya pes. Atau kalau kalian mau, kalian bisa memanggilnya Maut Hitam. Waktu itu, Maut Hitam membunuh satu dari tiga orang di Eropa saat itu. Bisa kalian bayangkan, SATU DARI TIGA orang meninggal karena wabah itu.

Pes adalah salah satu pandemi pertama dalam sejarah. Gejalanya adalah muncul benjolan hitam di daerah sensitif seperti ketiak yang disebut bubo. Lama kelamaan, gejala makin parah, sampai akhirnya yang terjangkit koma, atau meninggal dunia. Tapi, sekarang para dokter sudah memiliki obat untuk Maut Hitam, jadi Insya Allah selamat. Sebenarnya nih, Maut Hitam bermula di Tiongkok. Penyebabnya kutu yang dibawa tikus. Tikus-tikus ini menyelinap ke kapal dagang yang singgah di pelabuhan Eropa. Begitu hewan ini sampai ke pedesaan, kutu-kutu itu langsung melompat ke manusia. Tahu sendirilah akibatnya. Manusia yang ada kutunya langsung terinfeksi.

Waktu itu karena belum ada obatnya, masyarakat membuat penanganan aneh-aneh. Ada yang makan gilingan batu zamrud, sampai mandi dengan air kencing. Yah, tahu lah, gak ada yang berhasil. Nah, sebenarnya cara penanganan yang lebih benar adalah, menusuk bagian benjolan hitam itu dengan tongkat besi yang panas, itu lebih benar daripada mandi air kencing. Tapi cara ini tetap tidak bisa mencegah wabah pes menghabisi Eropa beberapa kali lagi sampai pertengahan abad ke-19. Satu satunya cara sebelum para dokter menemukan antibiotik adalah pengasingan.

Salah satu pekerjaan terburuk di London pada abad ke-17 adalah “pencari orang mati”. Tugas mereka adalah mendatangi setiap rumah, dan membawa pergi korban Maut Hitam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *