Posted on

“Selamat pagi Zia dan tentu saja Ali!”. Suaranya sangat berwibawa. Air mukanya penuh misteri. Rambutnya berombak, seperti di pantai kalau lagi malam – malam. Ya, tentu saja kalian bisa menebaknya. Dialah Rajanya Regnum Plantae, Raja Ficus.

“Hei Ali. Maukah kau jadi penerjemah resmiku? Aku sudah berusaha mencerna percakapan kalian, tapi tetap tidak bisa. Dan aku masih heran bagaimana bisa kamu mengerti apa yang di bicarakan mereka. Tapi biarlah, itu bisa dipikirkan nanti. Sekarang, kamu mau tidak jadi penerjemahku?”

“Enak saja!”

“Nanti pasti ia mau”. Kira kira, seperti itulah yang ada dalam benak Zia.

Saat kupikir pikir lagi, mungkin tak ada masalahnya jika aku jadi penerjemahnya Zia. Agar dia juga mengerti keadaan.

“Baiklah.”

“Tuh kann! Apa kubilang.” Zia mengatakan itu dengan ekspresi bahagia.

“Baiklah, aku tak mau lama lama. Jadi begini, maksudku menyuruh Oryza ‘menculik’ kalian adalah, agar kalian bisa membantu kami dalam keadaan yang sangat pelik ini.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *