Posted on

“Sebaiknya kalian tenangkan pikiran, buang pikiran yang tidak tidak. Sekarang aku akan jelaskan apa masalah pelik itu, dan apa hubungannya dengan kalian.”

Oke, Walaupun aku tidak mengerti apa yang dimaksud, aku tetap menerjemahkannya ke Zia. Dan yang mendengar juga kebingungan.

“Sudah tenang? Mari kita mulai. Sepertinya kalian belum tahu siapa sebenarnya kalian?”

“Tunggu, apa maksudmu? Apa maksudmu kami belum mengenal kepribadian kami dengan baik? Seperti yang dikatakan psikolog kemarin itu? Apa disini juga ada pelajaran seperti itu?” Oh, aku bakan belum menerjemahkan apa yang dikatakan Ficus tadi.

“Emm. Sebetulnya aku tidak sepenuhnya memahami apa yang dikatakanmu tadi. Tapi, hei, itu sudah empat pertanyaan sekaligus! Tapi, akan kujawab semampuku apa yang dikatakanmu tadi.

“Maksudku sebentar lagi aku akan jelaskan. Bukan, aku bukan bermaksud tentang kepribadian. Yang sebenarnya sudah dijelaskan kepada kami ketika kami masih belia. Psikolog yang mana? Banyak psikolog disini. Dan yang pasti, tak satu pun diantara mereka yang kau maksud. Nah, maksudku adalah, emm.. Jujur saja ya, aku tidak tahu harus mulai darimana.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *