Posted on

“Eh, Zia. Kamu tau gak, apa hal terburuk yang akan terjadi kalau kita kesamber petir?”
Hening sejenak
“Ya kalau nggak mati kebakar, meninggal kebakar” jelas aku tak puas dengan jawaban Zia itu. Karenanya aku lanjut bertanya. “Yang serius napa jawabnya?”
“Ya, bener emang kan?”
“Ngaco, ada kok ilmuwan penemu penangkal petir kesamber petir. Dia main layang layang pas hujan badai. Terus di talinya ada kunci logam. Pas petir menyambar dia langsung pegang itu kunci, langsung kesamber” tukasku.

“Yo beda lah. Benjamin itu kan dia lewat perantara kunci. Aku kira yang kamu maksud itu langsung” setahuku di pesantrenku belum ada yang bisa mendebat Zia. Aku pernah beberapa kali, tapi dia lebih hebat.
“Bisa gak ya, kita ngeluarin petir dari tangan?”
“Bisa sih. Tapi cuma di novel atau film fantasi. Seperti Seli di novelnya Tere Liye itu” yah aku memang kutu buku.
Tapi dalam cerita ini fakta itu tidak berlaku lagi

2 Replies to “Ali X Zia : Chapter 1, Page 1”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *